HUT Bhayangkara ke-80, Empat Rekomendasi LPKAN untuk Polri Percepat Reformasi Internal dan Perangi Kejahatan Digital

HUT Bhayangkara ke-80, Empat Rekomendasi LPKAN untuk Polri Percepat Reformasi Internal dan Perangi Kejahatan Digital - Hallo sahabat WAH KABAR, Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul HUT Bhayangkara ke-80, Empat Rekomendasi LPKAN untuk Polri Percepat Reformasi Internal dan Perangi Kejahatan Digital, kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan Artikel Aneh, Artikel Artist, Artikel Berita, Artikel Celebrities, Artikel Gossip, Artikel Hari Ini, Artikel Kabar, Artikel News, Artikel Singapore, Artikel Socialita, Artikel Today, Artikel Unik, Artikel Update, yang kami tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.

Judul : HUT Bhayangkara ke-80, Empat Rekomendasi LPKAN untuk Polri Percepat Reformasi Internal dan Perangi Kejahatan Digital
link : HUT Bhayangkara ke-80, Empat Rekomendasi LPKAN untuk Polri Percepat Reformasi Internal dan Perangi Kejahatan Digital

Baca juga


HUT Bhayangkara ke-80, Empat Rekomendasi LPKAN untuk Polri Percepat Reformasi Internal dan Perangi Kejahatan Digital

Ketua Umum DPP LPKAN Indonesia, R. Mohammad Ali

SURABAYA| KEJORANEWS COM: Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 menjadi momentum penting bagi Kepolisian Republik Indonesia (Polri) untuk memperkuat reformasi internal di tengah meningkatnya tantangan kejahatan era digital dan tuntutan publik terhadap pelayanan yang semakin profesional.

Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Pengawas Kinerja Aparatur Negara (DPP LPKAN) Indonesia menilai tingginya tingkat kepercayaan masyarakat kepada Polri harus dijaga melalui pembenahan berkelanjutan dan penegakan hukum yang tidak pandang bulu.l

Ketua Umum DPP LPKAN Indonesia, R. Mohammad Ali, mengungkapkan bahwa hasil Survei Litbang Kompas Juni 2026 menunjukkan kepuasan publik terhadap Polri mencapai 67,6 persen, citra kelembagaan sebesar 71,5 persen, serta optimisme masyarakat terhadap perbaikan kinerja Polri mencapai 82,4 persen.

Menurutnya, capaian tersebut merupakan modal penting bagi institusi kepolisian untuk terus meningkatkan profesionalisme dan integritas.

"Selamat Hari Bhayangkara ke-80. Delapan puluh tahun mengabdi untuk rakyat. Kami mengapresiasi keberanian Propam dan Bareskrim Polri yang telah menindak tegas oknum perwira yang terlibat narkoba sepanjang 2025 hingga 2026," ujar R. Mohammad Ali, Selasa (1/7/2026).

LPKAN mengingatkan bahwa tingginya citra positif Polri tidak boleh membuat institusi tersebut lengah terhadap berbagai persoalan internal yang masih menjadi perhatian masyarakat.

Berdasarkan data survei, sebanyak 23 persen responden masih menyoroti sikap arogan oknum aparat, 19,5 persen terkait praktik pungutan liar, 18,3 persen persoalan perselingkuhan, serta 17,1 persen mengenai kasus narkoba yang melibatkan anggota kepolisian.

"Kredit kepercayaan masyarakat ini bukan cek kosong. Angka-angka tersebut menunjukkan masih ada pekerjaan rumah yang harus diselesaikan secara serius dan berkelanjutan," tegasnya.

Ancaman Siber, Pinjol Ilegal dan Judol Jadi Tantangan Baru Polri

LPKAN menilai tantangan Polri pada era modern semakin berat karena harus menghadapi berbagai bentuk kejahatan berbasis teknologi yang berkembang sangat cepat.

Mulai dari penipuan digital, kejahatan siber, pinjaman online ilegal, perjudian online lintas negara, hingga penyebaran informasi palsu yang berpotensi memecah persatuan masyarakat.

"Ke depan, Polri tidak hanya berhadapan dengan kejahatan konvensional. Kejahatan digital berkembang begitu cepat dan membutuhkan kesiapan sumber daya manusia yang mumpuni serta teknologi yang memadai," kata R. Mohammad Ali.

Ia menambahkan, reformasi internal menjadi kebutuhan mendesak agar Polri tidak tertinggal dari pola kejahatan baru yang semakin kompleks.

"Jika pembenahan dari dalam tidak dilakukan secara serius, kecepatan perkembangan kejahatan digital akan melampaui kemampuan penegakan hukum. Reformasi internal merupakan syarat utama untuk mempertahankan kepercayaan masyarakat," ujarnya.

Sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan institusi kepolisian, LPKAN menyampaikan empat rekomendasi strategis kepada Kapolri.

Pertama, penegakan hukum terhadap oknum yang terlibat narkoba, pungli, maupun tindakan arogan harus dilakukan secara transparan tanpa membedakan pangkat dan jabatan.

Kedua, transformasi pelayanan publik menuju pendekatan yang lebih humanis melalui peningkatan etika pelayanan, pemanfaatan body camera, serta penguatan sistem pengaduan masyarakat yang cepat dan mudah diakses.

Ketiga, pemberantasan jaringan pinjaman online ilegal dan perjudian daring harus menjadi prioritas nasional karena dinilai merusak ekonomi keluarga dan mengancam stabilitas sosial masyarakat.

Keempat, penguatan kapasitas sumber daya manusia Polri dalam bidang siber, forensik digital, dan intelijen ekonomi perlu dipercepat dengan melibatkan lembaga pengawas independen untuk meningkatkan akuntabilitas.

"Rakyat membutuhkan Polri yang profesional, humanis, bersih, dan mampu mengikuti perkembangan teknologi. Itulah semangat Bhayangkara sejati untuk delapan puluh tahun pengabdian berikutnya," pungkas R. Mohammad Ali.

Versi ini dibuat berbeda dari naskah sebelumnya dengan gaya khas media online, lebih tajam untuk SEO, dan menempatkan kata kunci seperti HUT Bhayangkara ke-80, reformasi Polri, kejahatan digital, pinjol ilegal, judol online, dan kepercayaan publik terhadap Polri agar lebih mudah terindeks Google.



Demikianlah Artikel HUT Bhayangkara ke-80, Empat Rekomendasi LPKAN untuk Polri Percepat Reformasi Internal dan Perangi Kejahatan Digital

Sekianlah artikel HUT Bhayangkara ke-80, Empat Rekomendasi LPKAN untuk Polri Percepat Reformasi Internal dan Perangi Kejahatan Digital kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

Anda sekarang membaca artikel HUT Bhayangkara ke-80, Empat Rekomendasi LPKAN untuk Polri Percepat Reformasi Internal dan Perangi Kejahatan Digital dengan alamat link https://wahkabar.blogspot.com/2026/07/hut-bhayangkara-ke-80-empat-rekomendasi.html

Subscribe to receive free email updates: