4 Tahun Tak Pernah Panen! Ratusan Petani Maruyungsari Demo Bakar Ban, Tuntut BBWS Citanduy Segera Wujudkan Apur Lama

4 Tahun Tak Pernah Panen! Ratusan Petani Maruyungsari Demo Bakar Ban, Tuntut BBWS Citanduy Segera Wujudkan Apur Lama - Hallo sahabat WAH KABAR, Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul 4 Tahun Tak Pernah Panen! Ratusan Petani Maruyungsari Demo Bakar Ban, Tuntut BBWS Citanduy Segera Wujudkan Apur Lama , kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan Artikel Aneh, Artikel Artist, Artikel Berita, Artikel Celebrities, Artikel Gossip, Artikel Hari Ini, Artikel Kabar, Artikel News, Artikel Singapore, Artikel Socialita, Artikel Today, Artikel Unik, Artikel Update, yang kami tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.

Judul : 4 Tahun Tak Pernah Panen! Ratusan Petani Maruyungsari Demo Bakar Ban, Tuntut BBWS Citanduy Segera Wujudkan Apur Lama
link : 4 Tahun Tak Pernah Panen! Ratusan Petani Maruyungsari Demo Bakar Ban, Tuntut BBWS Citanduy Segera Wujudkan Apur Lama

Baca juga


4 Tahun Tak Pernah Panen! Ratusan Petani Maruyungsari Demo Bakar Ban, Tuntut BBWS Citanduy Segera Wujudkan Apur Lama

Aksi Unjuk Rasa
BANJAR | KEJORANEWS.COM: Ratusan petani dari Desa Maruyungsari, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran, bersama Aksi Reformasi Pemuda dan Mahasiswa (Aksioma) Kota Banjar kembali menggelar unjuk rasa di depan Kantor Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy, Rabu (4/8/2026). 

Aksi itu disertai pembakaran ban bekas ini menyuarakan tuntutan tegas: segera realisasikan pembangunan Apur (saluran) lama, yang dinilai menjadi satu-satunya solusi mengatasi banjir yang telah merusak lahan pertanian mereka sejak empat tahun terakhir.

 

Selama sekitar empat tahun, ratusan hektare sawah berulang kali terendam banjir sehingga petani tidak pernah panen. Namun tuntutan pembangunan Apur Lama tak kunjung terealisasi; yang diterima masyarakat hanya janji-janji tanpa hasil nyata.

 

Perwakilan petani, Sudio, menyampaikan kekecewaannya mendalam.

 

“Sudah empat tahun masyarakat Maruyungsari selalu kebanjiran dan tidak pernah panen. Selalu diberikan janji-janji tapi tidak ada realisasi. Anggaran BBWS Citanduy sangat besar bahkan sampai triliunan, tetapi mengapa hal yang sekecil ini saja tidak bisa diselesaikan? Apa sebenarnya yang terjadi di sana?” tegas Sudio.

 


Ia menegaskan tuntutan utama: Apur Lama harus dikembalikan fungsinya dan pembangunan segera direalisasikan. Jika hari ini tidak ada hasil konkret dan sikap nyata, massa akan kembali mendatangi BBWS Citanduy dengan jumlah yang jauh lebih besar.

 

“Sebelum keinginan masyarakat Maruyungsari terealisasi, kami akan terus berjuang. Kami mohon doa semoga perjuangan ini membuahkan hasil seperti yang kami harapkan,” pungkas Sudio.

 

Sementara itu, Presiden Aksioma Kota Banjar, Akhmad Dimyati, menjelaskan persoalan sebenarnya telah beberapa kali dibahas melalui musyawarah. Kendala utama saat ini berkaitan dengan persetujuan lahan: dari 17 pemilik lahan yang terdampak rencana pembangunan Apur Lama, 11 orang telah setuju, namun 6 lainnya belum memberikan persetujuan.

 

“Secara musyawarah sebenarnya sudah ada titik temu. Namun masih ada persoalan administrasi yang perlu diselesaikan sehingga pembangunan belum dapat dilaksanakan,” ungkap Dimyati. Ia berharap pemerintah segera mengambil langkah penyelesaian agar saluran tersebut segera terbangun dan banjir tak lagi merugikan petani.

 

Menanggapi aksi tersebut, Kepala Bagian Umum dan Tata Usaha BBWS Citanduy, Dwi Purnomo, hadir menerima aspirasi warga. Ia menyampaikan pimpinan sedang tidak di tempat, namun telah diperintahkan untuk segera mengagendakan pertemuan resmi bersama Bapak H. Dimyati dan dua perwakilan masyarakat Desa Maruyungsari guna membahas penyelesaian tuntutan tersebut.

 

Dwi juga menjelaskan bahwa setiap pembangunan infrastruktur harus memenuhi syarat teknis dan administrasi sebelum dapat dilaksanakan. Masih terdapat beberapa kendala yang perlu diselesaikan bersama antara BBWS Citanduy, pemerintah desa, dan masyarakat.

 

“Kami memahami kondisi yang dialami warga dan berempati terhadap kesulitan yang dihadapi. Kepala BBWS Citanduy telah memerintahkan agar segera dijadwalkan pertemuan kembali dengan perwakilan masyarakat untuk mencari solusi bersama atas kendala teknis maupun administrasi yang ada,” ungkap Dwi.

 

BBWS Citanduy berkomitmen menangani persoalan ini secepat mungkin, namun menekankan perlunya sinergi seluruh pihak agar seluruh persyaratan terpenuhi dan pembangunan Apur Lama dapat segera terealisasi. Masyarakat pun berharap pertemuan selanjutnya membawa hasil nyata, bukan sekadar janji lagi.

ASEP 



Demikianlah Artikel 4 Tahun Tak Pernah Panen! Ratusan Petani Maruyungsari Demo Bakar Ban, Tuntut BBWS Citanduy Segera Wujudkan Apur Lama

Sekianlah artikel 4 Tahun Tak Pernah Panen! Ratusan Petani Maruyungsari Demo Bakar Ban, Tuntut BBWS Citanduy Segera Wujudkan Apur Lama kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

Anda sekarang membaca artikel 4 Tahun Tak Pernah Panen! Ratusan Petani Maruyungsari Demo Bakar Ban, Tuntut BBWS Citanduy Segera Wujudkan Apur Lama dengan alamat link https://wahkabar.blogspot.com/2026/08/4-tahun-tak-pernah-panen-ratusan-petani.html

Subscribe to receive free email updates: