Judul : Bakti Ma'had Al Qolam MAN 2 Kota Malang Untuk Pesantren, Perkuat Gerakan Pesantren Aman dan Ramah Anak
link : Bakti Ma'had Al Qolam MAN 2 Kota Malang Untuk Pesantren, Perkuat Gerakan Pesantren Aman dan Ramah Anak
Bakti Ma'had Al Qolam MAN 2 Kota Malang Untuk Pesantren, Perkuat Gerakan Pesantren Aman dan Ramah Anak
Foto bersama kegiatan Bakti Qalam MAN 2 Kota Malang untuk Pesantren
MALANG | KEHORANEWS.COM: Ma’had Al Qalam MAN 2 Kota Malang menegaskan komitmennya menjadi bagian dalam menciptakan lingkungan pesantren yang aman, nyaman, dan ramah anak. Hal tersebut diwujudkan melalui “Bakti Ma’had Al Qalam MAN 2 Kota Malang untuk Pesantren Kita Malang”. Bagian dari dukungan terhadap Gerakan Nasional Ruang Aman dan Nyaman Anak (GerNas RANA) Kementerian Agama Republik Indonesia.
GerNas RANA yang diluncurkan Kemenag RI pada Juli 2026 tersebut dikenal pula sebagai gerakan “Pesantrenku Aman”. Program ini diarahkan untuk mencegah dan menangani berbagai bentuk kekerasan di lingkungan pesantren dan madrasah, mulai dari kekerasan fisik, verbal, seksual hingga kekerasan di ruang digital.
Semangat tersebut menampak dalam Halaqoh Pesantren Ramah Anak yang digelar di Ma’had Al Qalam MAN 2 Kota Malang, Jalan Bandung Nomor 7, Kota Malang, Rabu (12/8/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari Roadshow 22 Gerakan Nasional “Pesantrenku Aman”, hasil kolaborasi RMI PBNU, ISKA Pesantren PBNU dan RMI PCNU Kota Malang.
Halaqoh menghadirkan Ketua PBNU sekaligus Ketua Satuan Anti Kekerasan Pesantren, Ning Alissa Wahid, sebagai pembicara utama, dengan moderator Sekretaris PB RMI Gus Ulun.
Hadir pula Ketua RMI PBNU KH. Hodri Arief, Ketua PCNU Kota Malang Gus Isyroqun Najah Ahmad, Kepala Kantor Kemenag Kota Malang KH. A. Shampton, S.H., M.Ag., Ketua RMI PCNU Kota Malang Dr. KH. Halimi Zuhdi, M.Pd., jajaran Kemenag, pimpinan madrasah, pengasuh pesantren, masyayikh, musyrif/musyrifah, serta santri Ma’had Al Qalam.
Kepala Kantor Kemenag Kota Malang, Gus Shampton, menegaskan bahwa konsep pesantren ramah anak harus diterapkan melalui sistem dan aturan yang dipahami tidak hanya oleh pengelola pesantren, tetapi juga oleh orang tua dan para santri.
Menurutnya, sejak awal orang tua harus diberikan pemahaman mengenai tata tertib dan berbagai aturan yang berlaku selama anak menjalani pendidikan dan aktivitas di Ma’had.
“Kalau terkait dengan ramah anak ini, maksudnya sudah kita sampaikan kepada orang tua tentang tatanan aturan, bagaimana anak-anak memiliki aktivitas, kemudian aturan-aturan yang harus dilihat dan dipatuhi,” ujar Gus Shampton.
Aturan tersebut, lanjutnya, mencakup berbagai hal, termasuk penggunaan peralatan, aktivitas bersama teman, hingga batasan-batasan perilaku yang harus dipahami seluruh santri.
“Dengan cara itu, orang tua dan anak-anak bisa memahami dan melaksanakan aturan dengan baik. Ada rambu-rambu yang kita sampaikan, termasuk kalau ada pelanggaran, seperti apa penanganannya,” jelasnya.
Ia menambahkan, sistem tersebut juga dilengkapi dengan mekanisme pembinaan. Untuk pelanggaran ringan dapat diberikan konsekuensi berupa pengurangan poin. Apabila pelanggaran berulang, maka poin dapat bertambah hingga pada batas tertentu dilakukan langkah pembinaan lebih lanjut.
Menurut Gus Shampton, sistem tersebut bukan semata-mata untuk memberikan sanksi, melainkan menjadi bagian dari solusi agar seluruh pihak merasa aman dan terlindungi.
“Ini menjadi salah satu solusi besar untuk memberikan ketenangan semuanya. Anak-anak merasa terlindungi dengan sistem, termasuk Bapak dan Ibu Guru. Sekarang juga ada aturan-aturan yang harus diperhatikan,” katanya.
Shampton dan Ketua RMI PBNU KH Hodri ArifKepala MAN 2 Kota Malang H Samsudin sebagai tuan rumah menjelaskan bahwa upaya membangun lingkungan pesantren ramah anak dimulai bahkan sebelum seorang santri resmi menjadi bagian dari Ma’had Al Qalam.
Menurutnya, calon santri tidak hanya mengikuti seleksi akademik, tetapi juga melalui proses wawancara dan pemahaman terhadap Al-Qur’an serta tata kelola yang berlaku di lingkungan Ma’had.
“Ketika anak-anak mau masuk Ma’had, selain tes akademik, wawancara dan Al-Qur’an, mereka juga harus betul-betul memahami seluruh tata kelola yang ada,” jelasnya.
Hal yang sama juga berlaku bagi orang tua. Orang tua harus memahami dan menyepakati sistem pendidikan serta aturan yang diterapkan Ma’had.
“Demikian juga orang tua. Ketika salah satu dari orang tua atau anak tidak sepakat dengan aturan, tentu perlu dikonfirmasi. Kalau ada kesalahan atau persoalan, kita lihat dulu kapasitas dan kondisinya,” imbuhnya.
Dengan sistem tersebut, pengelola Ma’had berupaya membangun komunikasi sejak awal sehingga persoalan yang muncul dapat diselesaikan melalui pendekatan pembinaan dan dialog.
Ma’had Al Qalam MAN 2 Kota Malang saat ini memiliki kapasitas sekitar 700 santri, dengan dukungan tenaga pengelola dan pendidik yang secara khusus memperhatikan pembinaan serta perlindungan santri.
H Samsudin menegaskan bahwa dengan jumlah santri yang cukup besar, penerapan tata kelola yang jelas menjadi sangat penting.
“Kalau kapasitasnya sekitar 700, tentu kita fokus pada bagaimana anak-anak di antara mereka sejauh ini bisa mendapatkan pendampingan dengan baik,” ujarnya.
Ia menyebut, sampai sejauh ini tidak ditemukan kasus serius yang berkaitan dengan kekerasan di lingkungan Ma’had Al Qalam. Meski demikian sistem pencegahan tetap harus diperkuat karena tujuan utama GerNas RANA adalah memastikan potensi persoalan dapat dicegah sejak dini.
“Sejauh ini belum pernah ada kasus. Tetapi kita tetap harus bertemu, berdiskusi dan terus memperkuat sistem, karena ada hal-hal yang perlu diperhatikan,” tegasnya.
Ia juga menegaskan bahwa keterlibatan Ma’had Al Qalam dalam Halaqoh Pesantren Ramah Anak merupakan bagian dari semangat “Bakti Ma’had Al Qalam MAN 2 Kota Malang untuk Pesantren Kita Malang.”
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi ruang berbagi pengalaman antara Ma’had Al Qalam dengan pesantren lain di Kota Malang, sekaligus memperkuat pelaksanaan program Kementerian Agama RI.
“Bakti Ma’had Al Qalam untuk pesantren ini merupakan bentuk partisipasi MAN 2 Kota Malang terhadap program Kementerian Agama Republik Indonesia yang sudah diluncurkan, yaitu Gerakan Nasional Ruang Aman dan Nyaman Anak atau GerNas RANA,” ujarnya.
Ia menyebut, keberadaan sekitar 700 santri di Ma’had Al Qalam membuat penerapan sistem pesantren ramah anak menjadi kebutuhan yang sangat penting.
“Pesantren yang memiliki program nasional untuk pencegahan kekerasan tentu membahagiakan bagi kita. Kita punya santri sekitar 700. Ini sangat membantu untuk anak-anak santri,” ujarnya.
H. Samsudin menambahkan, praktik pesantren ramah anak di Ma’had Al Qalam sebenarnya telah dilaksanakan secara bertahap dan menjadi bagian dari pelayanan pendidikan.
“Pelaksanaan pesantren ramah anak di MAN 2 Kota Malang sudah kita lakukan sebagai bagian yang memang tidak boleh dilepaskan dari pemberian pelayanan. Tetapi dengan materi yang disampaikan dalam kegiatan ini tentu memberikan penguatan untuk kita,” tuturnya.
Dalam halaqoh tersebut narasumber Ning Alissa Wahid menyoroti pentingnya membangun sistem pencegahan kekerasan di lingkungan pesantren.
"Upaya membangun pesantren aman tidak cukup dilakukan melalui slogan. Diperlukan sistem, aturan, edukasi, pengawasan, mekanisme pengaduan serta komitmen bersama dari seluruh pihak," ucapnya.
Halaqoh Pesantren Ramah Anak di Ma’had Al Qalam menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran tersebut.
Melalui GerNas RANA Kemenag RI, sinergi antara Kemenag, RMI PBNU, RMI PCNU Kota Malang, PCNU, madrasah dan pesantren diharapkan mampu menciptakan ekosistem pendidikan yang benar-benar memberikan rasa aman kepada anak.
Bagi Ma’had Al Qalam MAN 2 Kota Malang, “Bakti Ma’had Al Qalam untuk Pesantren Kita Malang” bukan sekadar kegiatan, tetapi menjadi ikhtiar untuk terus berbagi praktik baik dan memperkuat sistem perlindungan santri.
Sebab pesantren yang ramah anak bukan hanya tempat belajar ilmu agama, melainkan juga ruang tumbuh yang harus mampu memberikan rasa aman, nyaman, terlindungi, dan bermartabat bagi seluruh santri. Ans
Demikianlah Artikel Bakti Ma'had Al Qolam MAN 2 Kota Malang Untuk Pesantren, Perkuat Gerakan Pesantren Aman dan Ramah Anak
Anda sekarang membaca artikel Bakti Ma'had Al Qolam MAN 2 Kota Malang Untuk Pesantren, Perkuat Gerakan Pesantren Aman dan Ramah Anak dengan alamat link https://wahkabar.blogspot.com/2026/08/bakti-mahad-al-qolam-man-2-kota-malang.html




