Judul : Harumkan Indonesia di Italia, Siswi MAN 2 Kota Malang Borong 4 Penghargaan IESO 2026
link : Harumkan Indonesia di Italia, Siswi MAN 2 Kota Malang Borong 4 Penghargaan IESO 2026
Harumkan Indonesia di Italia, Siswi MAN 2 Kota Malang Borong 4 Penghargaan IESO 2026
Salma Siswa MAN 2 Kota Malang disambut Kepala Madrasah H. Samsudin (kacamata) Waka dan orang tua di Bandara Abdurrahman Saleh
MALANG | KEJORANEWS.COM: Prestasi membanggakan kembali ditorehkan siswa MAN 2 Kota Malang di panggung internasional. Salma Rofidatul Hasanah, siswi kelas XII G, berhasil memborong empat penghargaan sekaligus dalam ajang 19th International Earth Science Olympiad (IESO) 2026 di Turin, Italia.
Kompetisi ilmu kebumian internasional yang berlangsung pada 20–27 Agustus 2026 tersebut diselenggarakan oleh International Geoscience Education Organization dan diikuti peserta dari lebih dari 50 negara.
Salma berhasil membawa pulang empat penghargaan, yakni Second Prize YoRI Award, Bronze Medal Earth System Project (ESP), Silver Medal International Team Field Investigation (ITFI), dan Bronze Medal Individual Test.
Capaian tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi MAN 2 Kota Malang karena Salma tidak hanya berhasil meraih medali dalam kategori individu, tetapi juga mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya dalam kompetisi beregu yang mempertemukan peserta dari berbagai negara.
Guru pembina MAN 2 Kota Malang, Wulaidah, menyambut prestasi tersebut dengan penuh rasa syukur.
«“Hadza min fadhli Rabbi. Alhamdulillah. Selamat dan sukses, ananda,” ungkap Wulaidah.»
Perjuangan Panjang Menuju Italia
Keberhasilan Salma di IESO 2026 tidak diraih secara instan. Perjalanan menuju kompetisi internasional tersebut dimulai dari Olimpiade Sains Nasional (OSN) sebagai salah satu pintu seleksi untuk menjaring siswa terbaik Indonesia.
Para siswa yang berhasil meraih prestasi di tingkat nasional kemudian mengikuti pelatihan nasional serta pembinaan dan seleksi tahap pertama hingga tahap kedua. Dari proses panjang tersebut, peserta terbaik akhirnya dipilih untuk mewakili Indonesia di ajang internasional.
Salma mengaku salah satu tantangan terbesar justru datang dari kompetisi kategori kelompok. Anggota tim diacak dan harus bekerja sama dengan peserta dari berbagai negara.
Selain dituntut menguasai materi ilmu kebumian, peserta juga harus mampu beradaptasi, berkomunikasi dan membangun kerja sama dengan anggota tim internasional.
Persaingan pun semakin ketat karena harus berhadapan dengan peserta dari negara-negara yang dikenal kuat dalam kompetisi sains, seperti China, Amerika Serikat, Jepang dan India.
Namun, tantangan tersebut berhasil dilewati. Salma mampu meraih medali perunggu pada kategori individu, medali perak pada kategori kelompok pertama dan medali perunggu pada kategori kelompok kedua.
Ditambah satu penghargaan Second Prize YoRI Award, capaian Salma genap menjadi empat penghargaan internasional dalam satu ajang.
Atas keberhasilan tersebut, Salma menyampaikan rasa syukur sekaligus terima kasih kepada orang tua, kepala madrasah, guru pembina dan seluruh pihak yang selama ini memberikan dukungan.
Dukungan Orang Tua Jadi Kekuatan
Di balik prestasi Salma, terdapat dukungan keluarga yang terus mengiringi perjalanan pendidikannya.
Sumarni, orang tua Salma, mengatakan kemampuan akademik putrinya sudah terlihat sejak usia dini. Menurutnya, Salma memiliki semangat belajar dan kemampuan fokus yang kuat ketika menjalani pembinaan.
«“Dari kecil memang sudah kelihatan potensinya. Kalau fokus ikut pembinaan, dia tidak kenal lelah,” ujar Sumarni.»
Dukungan orang tua tidak hanya diberikan dalam bentuk motivasi. Keluarga juga memberikan keleluasaan kepada Salma untuk mengikuti berbagai tahapan kompetisi, mulai dari seleksi hingga pembinaan nasional dan keberangkatan ke luar negeri.
Sumarni juga memberikan apresiasi terhadap pola pembinaan yang diterapkan MAN 2 Kota Malang.
Menurutnya, pembinaan dilakukan secara bertahap dan intensif selama berbulan-bulan. Madrasah juga melibatkan sejumlah pakar dan akademisi perguruan tinggi, termasuk dari IPB dan ITB, serta alumni yang sedang menempuh pendidikan di luar negeri.
«“Pembinaannya tidak instan, bisa berbulan-bulan. Kami dari pihak keluarga tentu mendukung penuh proses tersebut demi pencapaian prestasi yang maksimal,” katanya.»
Kepala Madrasah: Ini Penghargaan Internasional Keenam Tahun 2026
Kepala MAN 2 Kota Malang, H. Samsuddin, mengaku bangga dengan pencapaian Salma. Ia menyebut prestasi tersebut semakin memperkuat konsistensi MAN 2 Kota Malang dalam mengantarkan siswa hingga ke kompetisi internasional.
«“Bangga. Ini adalah yang keenam tahun ini siswa mendapatkan penghargaan internasional. Luar biasa, Salma Rofidatul Hasanah memperoleh empat penghargaan sekaligus dalam ajang internasional ini,” ujar Samsuddin.»
Menurutnya, empat penghargaan yang diperoleh Salma menjadi bukti kualitas pembinaan prestasi di MAN 2 Kota Malang.
Samsuddin menjelaskan, penghargaan tersebut terdiri dari satu Second Prize YoRI Award, satu Silver Medal, serta dua Bronze Medal.
«“Ini medali internasional yang diraih siswa yang ditugaskan atau mewakili Indonesia. Ini menjadi medali internasional yang keenam bagi MAN 2 Kota Malang pada tahun 2026,” jelasnya.»
Ia berharap capaian tersebut dapat menjadi motivasi bagi siswa lainnya untuk terus berprestasi, baik di tingkat nasional maupun internasional.
«“Alhamdulillah. Dari tahun lalu kita juga termasuk salah satu penyumbang terbanyak untuk prestasi internasional yang ditugaskan mewakili Indonesia. Dengan perolehan ini, semoga kita tetap istiqamah meraih prestasi,” harap Samsuddin.»
Disambut Langsung di Bandara Abdurrahman Saleh
Kepulangan Salma dari Italia juga menjadi momen penuh kebahagiaan. Pada Minggu, 30 Agustus 2026, Salma disambut langsung di Bandara Abdurrahman Saleh.
Kedua orang tua hadir menjemput bersama Kepala MAN 2 Kota Malang H. Samsuddin. Mereka didampingi para guru pembina dan jajaran humas madrasah.
Penyambutan tersebut menjadi bentuk apresiasi sekaligus ungkapan kebanggaan atas perjuangan Salma membawa nama Indonesia dan MAN 2 Kota Malang di kompetisi ilmu kebumian tingkat dunia.
Empat penghargaan yang diraih Salma sekaligus menjadi bukti bahwa madrasah mampu melahirkan generasi berprestasi yang mampu bersaing di tingkat global.
Bagi MAN 2 Kota Malang, capaian tersebut bukan sekadar tambahan koleksi medali. Prestasi Salma menjadi bagian dari komitmen madrasah untuk terus memperkuat pembinaan siswa dan mengantarkan talenta-talenta terbaiknya ke panggung internasional.
Dengan dukungan keluarga, pembinaan intensif dan semangat belajar siswa, MAN 2 Kota Malang berharap tradisi prestasi internasional tersebut dapat terus berlanjut.
Demikianlah Artikel Harumkan Indonesia di Italia, Siswi MAN 2 Kota Malang Borong 4 Penghargaan IESO 2026
Anda sekarang membaca artikel Harumkan Indonesia di Italia, Siswi MAN 2 Kota Malang Borong 4 Penghargaan IESO 2026 dengan alamat link https://wahkabar.blogspot.com/2026/08/harumkan-indonesia-di-italia-siswi-man.html
