Prihatin Kondisi Bangsa, LPKAN Indonesia dan LKHAI Ajak 150 Jamaah Bersatu dalam Istighosah Kubro

Prihatin Kondisi Bangsa, LPKAN Indonesia dan LKHAI Ajak 150 Jamaah Bersatu dalam Istighosah Kubro - Hallo sahabat WAH KABAR, Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul Prihatin Kondisi Bangsa, LPKAN Indonesia dan LKHAI Ajak 150 Jamaah Bersatu dalam Istighosah Kubro, kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan Artikel Aneh, Artikel Artist, Artikel Berita, Artikel Celebrities, Artikel Gossip, Artikel Hari Ini, Artikel Kabar, Artikel News, Artikel Singapore, Artikel Socialita, Artikel Today, Artikel Unik, Artikel Update, yang kami tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.

Judul : Prihatin Kondisi Bangsa, LPKAN Indonesia dan LKHAI Ajak 150 Jamaah Bersatu dalam Istighosah Kubro
link : Prihatin Kondisi Bangsa, LPKAN Indonesia dan LKHAI Ajak 150 Jamaah Bersatu dalam Istighosah Kubro

Baca juga


Prihatin Kondisi Bangsa, LPKAN Indonesia dan LKHAI Ajak 150 Jamaah Bersatu dalam Istighosah Kubro

 

Ketua umum DPP LPKAN Muhammad Ali Zaini 

SURABAYA | KEJORANEWS.COM: Keprihatinan terhadap berbagai persoalan yang tengah melanda Indonesia mendorong Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Pengawas Kinerja Aparatur Negara (DPP LPKAN) Indonesia bersama Lembaga Kajian Hukum dan Advokasi Indonesia (LKHAI) menggelar Istighosah Kubro dan Doa Bersama untuk Keselamatan Bangsa dan Negara.

Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 5 November 2026, pukul 15.00 WIB atau setelah salat Asar tersebut menjadi bentuk ikhtiar spiritual sekaligus ajakan kepada seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama memohon pertolongan Allah SWT demi keselamatan Indonesia.

Sedikitnya 150 jamaah dari berbagai kalangan telah mengonfirmasi kehadiran. Mereka berasal dari unsur tokoh agama, kiai, habaib, tokoh masyarakat, advokat, akademisi, mahasiswa, pemuda, buruh, petani, nelayan, hingga ibu-ibu majelis taklim.

Ketua Umum DPP LPKAN Indonesia, R. Mohammad Ali Zaini, mengatakan bahwa kegiatan tersebut lahir dari keprihatinan mendalam terhadap berbagai persoalan yang dinilai semakin kompleks dan membutuhkan perhatian serius seluruh komponen bangsa.

Menurutnya, persoalan Indonesia tidak hanya berkaitan dengan ekonomi, tetapi juga menyangkut penegakan hukum, kerusakan lingkungan, persoalan sosial, moral, serta ketahanan keluarga.

"Ada banyak persoalan yang harus menjadi perhatian kita bersama. Mulai dari kondisi ekonomi masyarakat, ketidakadilan hukum, kerusakan lingkungan, hingga berbagai persoalan sosial dan moral. Kita sudah berikhtiar melalui jalur konstitusional, pengawasan, dan advokasi. Sekarang saatnya kita juga bersujud bersama, memohon pertolongan Allah SWT," tegas R. Mohammad Ali Zaini dalam keterangan pers di Surabaya, Senin (2/11/2026).

Empat Persoalan Bangsa Menjadi Perhatian

Ali Zaini menjelaskan, setidaknya ada empat persoalan utama yang menjadi perhatian LPKAN Indonesia dan LKHAI.

Pertama, persoalan ekonomi masyarakat, terutama menyangkut daya beli, kenaikan harga kebutuhan pokok, pemutusan hubungan kerja (PHK), keberlangsungan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta beban perpajakan yang dirasakan masyarakat.

Kedua, persoalan penegakan hukum dan keadilan. Kedua lembaga menyoroti berbagai perkara hukum yang menjadi perhatian publik, dugaan praktik korupsi, mafia tanah, mafia pertambangan, mafia pangan, hingga kejahatan lingkungan. Penegakan hukum diharapkan berjalan transparan, adil, dan tidak diskriminatif.

Ketiga, persoalan lingkungan dan bencana ekologis, seperti kebakaran hutan dan lahan, banjir, kekeringan, serta kerusakan lingkungan akibat eksploitasi sumber daya alam yang tidak terkendali.

Keempat, persoalan sosial, moral, dan ketahanan keluarga. Di antaranya penyalahgunaan narkoba, judi online, pinjaman online ilegal, kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak, stunting, serta tantangan akses pendidikan dan kesehatan.

Ali Zaini mengingatkan bahwa kepedulian terhadap kondisi bangsa tidak boleh berhenti pada kritik dan keprihatinan semata.

"Coba kita jujur, Boss. Mau dibawa ke mana bangsa ini kalau pajak terus mencekik rakyat kecil, sementara korupsi triliunan dibiarkan? Kalau petani dan nelayan menangis karena pupuk langka dan BBM mahal, tetapi mafia-mafia berpesta pora? Kalau hukum bisa dibeli? Kita sudah ikhtiar secara konstitusi, sekarang saatnya kita sujud bersama," ungkapnya.

Ia menegaskan, Istighosah Kubro bukan berarti meninggalkan upaya nyata dalam menyelesaikan persoalan bangsa. Sebaliknya, doa merupakan bagian dari ikhtiar manusia yang harus berjalan beriringan dengan tindakan konkret.

Bahkan, menurut Ali Zaini, terdapat pesan simbolis dalam desain publikasi kegiatan tersebut.

"Di flayer kami, logo LPKAN dan LKHAI kami kecilkan, Asma Allah kami besarkan sebesar-besarnya. Karena kami sadar, kami ini kecil, hanya Allah yang Maha Besar yang bisa menyelamatkan bangsa ini," tuturnya.

LKHAI: Doa sebagai Ikhtiar Memohon Pertolongan Allah

Senada dengan Ali Zaini, Direktur LKHAI, Mohammad Syarifudin Abdillah, menyampaikan bahwa Istighosah Kubro merupakan ikhtiar spiritual untuk memohon pertolongan Allah SWT di tengah berbagai tantangan yang dihadapi bangsa Indonesia.

Ia berharap kegiatan tersebut menjadi momentum bagi masyarakat untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah sekaligus memperkuat kepedulian terhadap kondisi bangsa.

"Ini adalah Istighosah Kubro, memohon pertolongan dengan sekuat-kuatnya. Kita akan berdoa agar Allah SWT mengangkat segala kesulitan ini. Agar pajak yang mencekik rakyat kecil diganti dengan keberkahan rezeki, agar hukum kembali adil, agar para pemimpin diberi hidayah dan amanah, serta agar bangsa ini dijauhkan dari bencana, perpecahan, dan kehancuran," ujar Mohammad Syarifudin Abdillah.

Dalam kegiatan tersebut, LKHAI juga melibatkan jajaran pengurus, di antaranya Otto, SH, Andre, SH, Rouli, SH, dan Icha, SE. Keterlibatan jajaran pengurus diharapkan memperkuat sinergi kedua lembaga dalam mengajak masyarakat berpartisipasi.

150 Jamaah dari Berbagai Elemen Masyarakat Siap Hadir

Sementara itu, Ketua Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (OKK) DPP LPKAN Indonesia sekaligus Ketua Panitia Pelaksana, Sugiharto, SE., M.Si., menyampaikan bahwa respons masyarakat terhadap rencana kegiatan tersebut cukup besar.

Hingga Senin (2/11/2026), sedikitnya 150 jamaah dari berbagai latar belakang telah mengonfirmasi kehadiran kepada panitia.

Menurut Sugiharto, keberagaman peserta menunjukkan bahwa keselamatan bangsa merupakan kepentingan bersama. Persoalan bangsa tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah atau kelompok tertentu, tetapi membutuhkan kepedulian seluruh lapisan masyarakat.

Panitia juga mengimbau jamaah yang hadir untuk membawa sajadah serta mengenakan pakaian yang sopan, rapi, dan islami.

Doa, Persatuan, dan Aksi Nyata untuk Indonesia

Melalui Istighosah Kubro tersebut, LPKAN Indonesia dan LKHAI ingin mengajak masyarakat membangun kesadaran bahwa menjaga keselamatan bangsa merupakan tanggung jawab bersama.

Doa bersama diharapkan menjadi momentum memperkuat persaudaraan, menjaga persatuan, serta menumbuhkan kepedulian terhadap persoalan sosial, ekonomi, hukum, dan lingkungan.

Kedua lembaga juga menegaskan bahwa ikhtiar spiritual tidak boleh dipertentangkan dengan perjuangan melalui jalur konstitusional. Pengawasan, advokasi, kepedulian sosial, dan tindakan nyata untuk memperjuangkan keadilan tetap harus dilakukan.

Dengan melibatkan sedikitnya 150 jamaah dari berbagai unsur masyarakat, kegiatan ini diharapkan menjadi ruang kebersamaan untuk mengetuk pintu langit, memohon perlindungan dan keberkahan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Sebab, menjaga Indonesia bukan hanya tugas pemerintah, melainkan tanggung jawab seluruh anak bangsa.

Jadwal Istighosah Kubro dan Doa Bersama untuk Keselamatan Bangsa dan Negara:

Hari/Tanggal: Kamis, 5 November 2026

Waktu: Pukul 15.00 WIB (setelah salat Asar)

Agenda: Istighosah Kubro dan Doa Bersama untuk Keselamatan Bangsa dan Negara

Penyelenggara: DPP LPKAN Indonesia bersama LKHAI.

(Ans)



Demikianlah Artikel Prihatin Kondisi Bangsa, LPKAN Indonesia dan LKHAI Ajak 150 Jamaah Bersatu dalam Istighosah Kubro

Sekianlah artikel Prihatin Kondisi Bangsa, LPKAN Indonesia dan LKHAI Ajak 150 Jamaah Bersatu dalam Istighosah Kubro kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

Anda sekarang membaca artikel Prihatin Kondisi Bangsa, LPKAN Indonesia dan LKHAI Ajak 150 Jamaah Bersatu dalam Istighosah Kubro dengan alamat link https://wahkabar.blogspot.com/2026/11/prihatin-kondisi-bangsa-lpkan-indonesia.html

Subscribe to receive free email updates: